MANADO — Rekam jejak hitam kembali mencoreng catatan kriminal seorang pemuda di Kota Manado. Berinisial DS alias Dimas (19), pria yang dikenal sebagai residivis dan sudah beberapa kali melakukan tindak pidana ini kembali harus berurusan dengan aparat penegak hukum.
Kali ini, aksi kriminalnya berujung pada pertumpahan darah di kawasan Pekuburan Teling, Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado, yang merenggut rasa aman warga dan membuat seorang karyawan swasta menjadi korban penikaman brutal.
Pelarian residivis kambuhan ini akhirnya terhenti setelah Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Bravo Polresta Manado yang dipimpin Kanit Resmob Ipda Kresna Aditya Bagus Perdana, S.Tr.I.K., menyergapnya tanpa perlawanan di kawasan Komo Luar pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto mengonfirmasi bahwa penangkapan tersebut dilakukan berselang lima hari setelah buron, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1651/VIII/2026/SPKT/RESTA-MDO.
”Pelaku DS ini merupakan sosok yang sudah berulang kali melakukan tindak pidana atau residivis. Kali ini yang bersangkutan kembali berulah dan melakukan penganiayaan berat menggunakan senjata tajam,” tegas Kompol Elwin, Senin (10/8/2026).
Sisi Gelap Pelaku dan Kronologi Berdarah di Pemakaman Sebagai pelaku yang sudah berkali-kali melanggar hukum, gerak-gerik DS dalam insiden berdarah ini dinilai sangat beringas. Peristiwa nahas tersebut bermula pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.
Niat Ziarah Korban: Saat itu, korban bernama MS alias Shodik (25), seorang karyawan swasta asal Kelurahan Singkil, mendatangi kompleks Pekuburan Teling bersama kekasihnya, Tasya, untuk memasang lilin di makam anak mereka.
Kehadiran Kelompok Pelaku: Di tengah keheningan malam, residivis DS bersama dua rekannya, Edon dan Noel, mendatangi lokasi tersebut.
Picu Cegat dan Cekcok: Situasi mendadak memanas ketika Tasya terlihat sudah menaiki sepeda motor milik Edon (yang disebut-sebut saudaranya) dan berniat pulang. Korban yang melarang kekasihnya pergi langsung didatangi oleh Edon yang turun dari motor.
Serangan Mematikan Sang Residivis: Di tengah adu argumen yang memanas, tabiat kriminal DS yang sudah sering berbuat kejahatan langsung mendominasi. Tanpa belas kasihan, ia tiba-tiba menyerang korban dari arah belakang menggunakan senjata tajam jenis besi putih.
Akibat tikaman membabi buta dari pelaku yang sudah berpengalaman dalam tindak kriminal ini, korban mengalami luka parah. Kini, sang residivis harus kembali mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani proses hukum berat atas kesekian kalinya ia berulah.
